Minggu, 18 Januari 2009

ISI TABLOID EDISI XXX JANUARI - FEBRUARI

(Salingka UNAND)

Mewujudkan Moto

Unand Buka Jurusan dan Fakultas Baru

Salah satu cara yang dilakukan Universitas Andalas mewujudkan motonya ialah dengan terus melakukan pengembangan akademis baik itu dengan membuka fakultas baru maupun program studi baru. Dua tahun belakangan Unand sudah membuka 2 fakultas baru dan 4 program studi baru, yaitu program studi Hubungan Internasional pada tahun 2007 lalu. Dan membuka Fakultas Farmasi dan Fakultas Teknik Pertanian pada tahun 2008, serta membuka tiga program studi yaitu program studi ilmu komunikasi, pendidikan dokter gigi, sistem komputer. 
Saat ini Unand telah memiliki 10 fakultas dan 42 program studi (S1). Capaian ini telah melampaui target renstra 2008 yaitu 40 program studi. Pembukaan program studi baru juga dilakukan untuk program S2 dan S3, untuk tahun 2008 ini Unand telah membuka program studi S3 Biomedik dan sejumlah program studi baru untuk S2 diantaranya Program Studi Ilmu Sejarah, Sosiologi, Teknik Sipil, Akuntansi, Fisika dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. 
Disamping itu, dalam waktu dekat (penerimaan mahasiwa baru tahun 2009) Unand juga berencana untuk menambah program studi baru. Bidang kemahasiswaan Unand juga telah megirim proposal untuk pembukaan program studi psikologi, Teknik Informatika dan Sistem informatika serta juga sedang mempersiapkan proposal untuk membuka beberapa program studi diantaranya geofisika, bahasa mandarin, pertambangan, statistika dan pariwisata untuk S1, selain itu untuk tahun 2009 nanti Unand juga akan membuka fakultas kedokteran gigi. Sedangkan untuk S2 akan di buka program studi matematika dan program studi kimia dan hukum untuk S3.
Menurut PR1 Unand Prof. Dr Novesar Jamarun,MS, dengan membuka fakultas dan program studi baru ini diharapkan dapat memberikan kesempatan belajar yang lebih banyak kepada anak bangsa sehingga semakin banyak orang bisa kuliah dan mendapatkan orang-orang yang berkualitas. PR1 Unand optimis bahwa progran studi yang akan dibuka ini akan banyak peminatnya. Hal ini didasarkan pada pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, dimana setiap ada program studi baru yang dibuka oleh Unand selalu mendapat tanggapan yang baik dari calon mahasiswa dengan peminat yang sangat melonjak. Ini dikarenakan dalam memilih program studi yang akan di buka unand lebih memperhatikan program studi-program studi favorit. Selain itu karena kualitas dari Unand itu sendiri yang membuat calon mahasiswa percaya akan kualitas dari prograam studi baru tesebut. Hal ini bisa dilihat dari mutu nilai Unand yang lebih baik dari universitas-universitas lain. “Saat ini saja Unand telah masuk dalam big five dalam universitas di Sumatera,” kata Novesar.
Selain meningkatkan pembangunan fisiknya, Unand juga selau berusaha untuk meningkatkan mutu dan kualitas lulusannya, salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kualitas SDM tenaga pengajarnya unand misalnya dengan mengirim dosennya keluar negeri untuk tahun ini saja unand telah mengirim sebanyak 77 orang dosennya untuk mengambil program studi S2 dan S3. Selain itu unand juga mengangkat dosen-dosen baru, melalui rangkaian tes dan harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan oleh pihak universitas.

Terkait dengan rencana Unand untuk membuka program baru tersebut, Novesar mengatakan sejauh ini tidak ada masalah dengan universitas swasta yang sebelumnya telah memilliki program studi yang akan di buka. “Di sini kita hanya sama-sama mengembangkan pendidikan. Jadi sah-sah saja universitas swasta dan universitas negeri bersaing dalam hal kualitas,” sebutnya.

Penulis : Nova Mulyati GA


Pembangunan Fisik Unand
Kejar Target Standar Internasional

Belakangan Unand terlihat gencar menonjolkan pembangunan fisiknya. Hampir setiap tanah kosong yang ada di Unand dibangun. Menurut PR2 Prof. Dr. Werry Darta Taifur pembangunan yang tengah berjalan tujuannya untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa guna memenuhi daya dukung fasilitas mengajar dan mengajar. “Tidak ada niat untuk mengkomersialkan pembangunan, murni untuk kepentingan mahasiswa,” katanya. 
Salah satunya ialah pembangunan kelas. Werry mengatakan Menurut kebutuhan kelas per mahasiswa adalah dua meter sementara untuk saat ini, sesuai dengan standar nasional dan internasional. Namun menurutnya Unand baru memenuhi 1,1 meter per mahasiswa. Oleh karena itu harus pembangunan harus dikembangkan hingga dua kali lipat dari bangunan yang sudah ada dengan jumlah mahasiswa sekitar 23.000 orang.
  Adapun pembangunan yang tengah berjalan sekarang di Unand antaran lain gedung kuliah bersama, Lapangan Futsal, Gedung Pusat Pelayanan Mahasiswa, Gedung Teknik Industri dan Teknik Lingkungan (TITL), Labor Bahasa, Renovasi Mesjid, Bagian dalam Fisip, Gedung program studi Ilmu Keperawatan (PSIKA), gedung dekanat Fakultas Kedokteran dan masih banyak lagi pembangunan gedung-gedung lainnya.
Untuk dana pembangunan gedung-gedung yang sedang dikatakan Werry dialokasikan dari dana pusat, sumbangan dari menteri perumahan, dana dari pemerintah daerah, departement pendidikan dan sebagian kecil dari SPP mahasiswa, serta dari kerjasama dengan pihak luar. 
“Kita bekerjasama dengan Pertamina dalam pembangunan lapangan futsal serta bantuan dari Dubes Arab Saudi Untuk renovasi Mesjid Nurul Ilmi,” katanya. 
Ditambahkan Werry, mengenai daya dukung lingkungan sebelumnya telah dilakukan studi dan secara keseluruhan menurutnya daya dukung tanah di Bukit Karamuntiang ini memenuhi untuk dilakukan pembangunan. 
Menanggapi gedung PKM yang tidak representatif lagi sebagai tempat kegiatan mahasiswa, Werry mengatakan bahwa gedung Auditorium dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk latihan. Dan beliau mengatakan tidak ada dana kebersihan yang harus dikeluarkan untuk menggunakan gedung. 
PR2 juga tengah menyiapkan pembangunan Pusat Bisnis Mahasiswa yang berlokasi di belakang gedung PKM. Gedung ini terdiri dari dua lantai yang akan dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan mahasiswa. Untuk lantai satunya akan difokusnya untuk cafe-cafe, yang direncanakan akan dibangun cafe modern yang disana tidak dibolehkan untuk memasak. Sementara untuk lantai duanya akan digunakan untuk perkantoran seperti bank nantinya akan dipindahkan sehingga gedung PKM benar-benar diperuntukkan bagi kegiatan mahasiswa dan kemahasiswaan.
Selain membangun gedung-gedung kuliah dan gedung lainnya, pembangun asrama juga terus dilakukan. Agar tahun 2010 mendatang semua mahasiswa baru bisa ditampung.

Pustaka Fakultas Pindah ke Pusat
Perpustakaan yang terdapat di tiap fakultas di Unand dalam waktu dekat akan dipindahkan ke perpustakaan pusat. Nantinya di masing-masing fakultas hanya terdapat ruang baca (reading room) saja.
Hal tersebut diuatarakan Kepala Perpustakaan Unand, Drs.Maramis, SIP.MM, kepada Genta Andalas ketika ditemui di ruang kerjanya belum lama ini. Penggabungan perpustakaan fakultas ke perpustakaan pusat dikatakannya berdasarkan kesepakatan antara Pembantu Rektor (PR) I dan Pembantu Dekan (PD) I masing-masing fakultas.
 “Dan nantinya di tiap fakultas hanya akan berdiri reading room, sedangkan untuk meminjam buku akan dikelola oleh perpustakaan pusat,” katanya.
 Drs, Maramis, SIP.MM menambahkan, sebenarnya reading room dalam aturan yang sebenarnya tidak diperbolehkan untuk meminjamkan buku, tetapi hanya untuk tempat baca-baca saja. Tetapi pada prakteknya di fakultas reading room sekarang diperbolehkan untuk meminjamkan buku, itu adalah berdasarkan kebijakan fakultas masing-masing untuk memudahkan mahasiswa melakukan proses pembelajaran. 
Berdasar kesepakatan antara PR I dan PD I masing-masing fakultas tersebut maka pada tahun 2008 ini semua perpustakaan fakultas akan digabungkan ke perpustakaan pusat, namun hingga saat ini baru Fakultas Sastra yang bergabung ke perpustakaan pusat. 
Maramis menambahkan, bahwa penggabungan perpustakaan fakultas ke perpustakaan pusat ini bukan berarti nantinya tidak akan ada perpustakaan lagi di tiap-tiap fakultas, tetapi di fakultas tetap akan ada reading room yang kebijakannya akan dikelola oleh masing-masing fakultas.  
Sejauh ini belum ada protes perihal pemindahan perpustakaan di tiap fakultas ke perpustakaan pusat ini. “Hingga saat ini belum ada keluhan ataupun protes tentang kebijakan pemindahan tersebut,” sebutnya. 
 Sementara petugas perpustakaan Fakultas Ekonomi, Sawir, mengatakan telah mendapat instruksi dari PD III Fakultas Ekonomi, Drs. Wirzon, MS sekaitan dengan pemindahan perpustakaan tersebut ke pusat. Hanya saja belum dipastikan waktu pemindahan tersebut.
Dikatakan Sawir, ia menyetujui pemindahan tersebut, karena jurusan di Fakultas Ekonomi sendiri telah memiliki ruang baca dengan koleksi buku yang cukup lengkap. “Hanya mahasiswa yang akan kesulitan untuk meminjam buku-buku nantinya,” sebutnya.

 Buku-buku di perpustakaan fakultas akan dipindahkan ke perpustakaan pusat, di perpustakaan fakultas sendiri kunjungan mahasiswa sendiri dalam satu harinya lebih dari seratus orang, dan untuk denda keterlambatan buku dikenakan Rp1000 per harinya, sementara koleksi buku baru sebanyak 2000.

Penulis : Cerry / Esa GA

Reading Room Ilmu Ekonomi Dibuka Kembali
Setelah ditutup hampir satu semester, reading room Ilmu Ekonomi kembali dibuka pada Selasa (16/12) lalu. Dibukanya kembali reading room ini merupakan kebijakan yang telah lama ditunggu oleh mahasiswa, mengingat ruang baca yang dinamakan “Reading Room Hendra Asmara” ini menyediakan referensi buku yang tergolong lengkap dibandingkan dengan buku yang disediakan di perpustakan pusat.
Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi sebelumnya, Nasri Bachtiar, bahwa ditutupnya ruang baca dikarenakan ditariknya pustakawan yang sebelumnya ditempatkan di ruang baca ke pustaka pusat. Menurutnya, ini merupakan kebijaksanaan perpustakaan pusat. “Masalah reading room adalah kebijaksanaan dari rektorat dimana semua pustakawan ditarik ke pustaka induk,” tuturnya kepada Genta Andalas Senin (24/11).
Mengenai solusi jangka pendek yang dilakukan jurusan untuk mengatasi permasalahan tersebut, beliau mengungkapkan bahwa jurusan telah mengusulkan merekrut seorang pegawai yang dapat mengelola ruang baca tersebut. “Kita sudah sampaikan kepada pimpinan fakultas sebagai pihak yang berwenang akan hal ini, namun sayangnya sejauh ini belum ada tanggapan,” ungkapnya.
Ditutupnya ruang baca ini beberapa waktu yang lalu mendapat perhatian khusus dari hampir seluruh mahasiswa. Roni, mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, mengungkapkan bahwa dengan ditutupnya ruang baca ini banyak mahasiswa yang dirugikan apalagi mahasiswa angkatan 2008. “Merugikan, apalagi bagi adik-adik 2008,” katanya.
Namun, kini tentunya mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, tidak lagi perlu merasa dirugikan. Hal ini dikarenakan ruang baca ilmu ekonomi telah dibuka kembali. Seperti yang telah diungkapkan Nasri Bachtiar sebelumnya, bahwa jurusan telah mengusulkan merekrut pegawai yang sebelumnya diperbantukan di jurusan untuk dapat mengelola ruang baca. Hal tersebut telah direalisasikan di bawah ketua Jurusan Baru Ilmu Ekonomi yakni Firwan Tan, dengan dibukanya kembali reading room tersebut.
Dibukanya ruang baca Ilmu Ekonomi ini disambut positif oleh mahasiswa. Taufik, mahasiswa IE mengaku senang dengan dibukanya kembali ruang baca tersebut. Ia mengungkapkan bahwa hal ini akan mempermudah akses mahasiswa mencari buku, mengingat buku yang disediakan di ruang baca merupakan buku penting, sehingga bisa menjadi referensi yang baik untuk ilmu dan konsentrasi yang sedang diambil oleh mahasiswa ilmu ekonomi. “ Di perpustakaan jurusan mahasiswa punya akses yang lebih dekat. Buku yang disediakan tentunya yang penting untuk kuliah sehingga mahasiswa tidak perlu dipusingkan dengan pencarian buku, dan juga bisa buat mengetahui dan menambah buku pendamping yang baik buat dibaca dan terkait dengan jurusan atau ilmu yang diambil,” ungkapnya kepada Genta Andalas Selasa (16/12).

Senada dengan Taufik, Fran yang juga merupakan mahasiswa Ilmu Ekonomi, mengaku senang dengan dibukanya kembali ruang baca. Namun Fran menyayangkan karena ruang baca kembali dikelola oleh pegawai yang ditunjuk oleh jurusan. Menurut Fran, seharusnya HIMA JIE (Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi)-lah yang mengelola ruang baca. Ia beralasan bahwa hal ini untuk mengatasi agar permasalahan yang sama tidak terjadi kembali di ruang baca jurusan Ilmu Ekonomi, yaitu tutupnya ruang baca dikarenakan pustakawan ruang baca ditarik ke pustaka induk. “ya senanglah. Senang sekali. Tapi sangat disayangkan ya, seharusnya HIMA-lah yang mengelola reading room. Karena bisa saja nanti pegawai yang sekarang mengelola reading room kembali ditarik ke pustaka induk. Sehingga bisa saja reading room kembali ditutup. Tapi kita lihat saja kedepan bagaimana nantinya!” tuturnya. 

Oleh : Rika Putria GA

Beberapa waktu yang lalu beredar kabar bahwa pustaka fakultas dan terminal akan dipindahkan, dimana semua pustaka fakultas di Unand akan dipindahkan ke pustaka pusat dan terminal akan dipindahkan ke simpang kapolo koto,entah alasan apa yang mendasari pemindahan ini,ketika hal ini ditanyakan ke beberapa mahasiswa mereka pun bahkan tidak tahu dengan adanya rencana pihak rektorat untuk memindahkan pusataka fakultas ke pustaka pusat,bentar salah seorang mahasiswa teknik mengaku tidak tahu sama sekali tentang rencana pemindahan tersebut,”saya kurang setuju dengan rencana pemindahan tersebut karena pegawai pustaka fakultas lebih ramah dibandingkan dengan pegawai pustaka pusat,ungkap bentar.
dan jika nanti dipindahkan bagaimana dengan nasib pegawai pustaka fakultas,apa akan dipindahkan ke pustaka pusat juga,apa mereka masih dipekerjakan di temp atau malah dipindhakan ke ”
Selain itu terkait dengan rencana pemindahan terminal bentar juga tidak setuju ,selain rektorat tidak mensosialisasikan rencana tersebut dengan para mahasiswa dan penduduk di sekitar kawasan pasar baru,menurut bentar pemindahan tersebut akan mematikan sejumlah usaha-usaha kecil di sekitar kawasan pasar baru seperti : rental computer, warnet, rental PS2 dll”.
Ketika hal ini ditanyakan ke mahasiswa lain,memiliki jawaban yang sama dengan bentar,dian mahasiswa D3 Ekonomi mengaku tidak tahu dan ketika ditanya tentang rencana pemindahan tersebut,baginya apa yang telah ada sekarang dan berjalan dengan baik mengapa harus diubah , seperti rencana pemindahan terminal bus kampus,”bagi saya pemindahan tersebut sangatlah tidak rasional dan jika nanti dilakasanakan apa hal ini tidak sekedar membuang uang pembangunan kampus saja”
Selain itu jika rencana tersebut jika jadi dilaksanakan maka akan “timbul protes yang keras dari Para penduduk pasar baru terutama yang berdagang dan mempunyai usaha di pasar baru“, ujar doni mahasiswa fakultas teknik,menurut doni sebaiknya pihak rektorat merundingkan dan mensosialsaiskan renacana pembangunan yang akan dilakukan ke para mahasiswa dan penduduk sekitar kampus dan memusyawarahkannya secara bersama dengan pihak mahasiswa dan penduduk di kawasan pasar baru, sehingga nantinya semua pihak bisa menerima dan tidak menimbulkan aksi protes di kemudian hari.

Vina mahasiswi fakultas ekonomi,saya tidak setuju dengan ke dua rencana rektorat tersebut,terutama pemindahan terminal pasar baru ke kapalo koto,vina memikirkan bagaiman nasib dia dan kawan-kawan yang kos di pasar baru,pemindahan tersebut dapat menyusahkan vina untuk akses ke kampus.
Selain itu vina telah merasa nyaman dengan letak terminal di pasar baru karena di kawasan baru lebih ramai dan banyak toko-toko yang menjual semua kebutuhan mahasiswa” ujarnya.
Sedangkan pemindahan pustaka jurusan ke pustaka pusat nantinya “akan menyusahkan kami mahasiswa Sastra karena jarak fakultas kami dengan pustaka pusat sangat jauh”..
Dan menurut saya pemindahan pustaka tersebut tidak akan memebawa manfaat yang signifikan sama sekali kepada mahsiswa sendiri selaku objek dari rencana pihak rektorat”
Ujar mella mahasiswa sastra inggris 06...
Di akhir wawancara vina mengharapkan rencana ini tidak terjadi baik pemindahan Pustaka dan terminal itu.

Penulis : Bramono GA


 

ISI TABLOID GA EDISI XXX JANUARI-FEBRUARI 2009

Profil UKM :

AIESEC merupakan organisasi internasional yang berada di lebih dari 100 negara di dunia yang memfasilitasi para generasi muda dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki untuk memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Di Universitas Andalas sendiri AIESEC telah berkembang sejak tahun 1993 hingga sekarang. Dalam usianya yang ke-15 tahun tepat pada 27 Juli 2008, AIESEC Universitas Andalas yang merupakan satu-satunya Local Comittee di luar Pulau Jawa, terus menigkatkan kontribusinya dalam membangun leadership bagi anggotanya, meningkatkan jumlah exchange dan meningkatkan dampak positif bagi masyarakat khususnya di Kota Padang. Di awal masa kepengurusan jajaran (Executive Board) 2008/2009, AIESEC Universitas Andalas telah memiliki enam departemen yang dibawahi oleh enam orang Vice President dan satu orang Local Committee President yang membawahi keenam department tersebut.


KOPMA UNAND bertujuan meningkatkan kesejahteraan mahasiswa pada umumnya,s menumbuhkan dan membina serta mengembangkan jiwa kewiraswastaan di kalangan mahasiswa, meningkatkan penghayatan anggota pada bidang perkoperasian, menciptakan tokoh muda koperasi. Dan koperasi mempunyai asaz, yaitu asaz kekeluargaan.

Anggota KOPMA UA terdiri dari anggota aktif dan anggota pasif. Anggota pasif adalah seluruh mahasiswa Universitas Andalas sedangkan anggota Aktif yaitu mahasiswa Universitas Andalas yang mendaftar kembali ke Kopma Unand.


UKM PANDEKAR merupakan suatu lembaga kemahasiswaan tingkat universitas yang terdapat di Universitas Andalas yang dapat menyalurkan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang organisasi dan beladiri. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pandekar didirikan pada tanggal 9 Juli 1992 oleh jawara-jawara Silat Universitas Andalas.Disamping latihan rutin yang diadakan oleh masing-masing unit beladiri yang ada, UKM Pandekar juga mengadakan latihan gabungan (latihan bersama) yang melibatkan semua cabang beladiri yang ada di UKM Pandekar dalam periode waktu tertentu. Disamping itu diadakan juga peningkatan frekuensi latihan dan Training Centre (TC) atau pemusatan latihan dalam rangka menghadapi kejuaraan atau undangan latih tanding persahabatan.


UNIT KEGIATAN SENI Universitas Andalas (UKS-UA) merupakan satu-satunya organisasi seni di tatanan mahasiswa tingkat universitas di UNAND. Unit Kegiatan Seni Universitas Andalas memiliki 5 Divisi, Yaitu Divisi Vokal, Divisi Teater, Divisi Musik, Divisi Tari, Divisi Seni Rupa dan Even Organizer yang sekarang menjadi sub-unit yang sifatnya fungsional. UKS-UA aktif bergiat dan mengikuti aktifitas/lomba di dalam kampus, tingkat daerah, nasional, regional bahkan event-event tingkat international. UKS memiliki visi menciptakan “seniman yang organisatoris”, yang mampu mengkolaborasikan kemampuan berkesenian dan skill organisasi (team work). Banyak prestasi yang telah di torehkan oleh seniman-seniman UKS-UA. diantaranya: antara lain Festival Seni Mahasiswa Indonesia, 1989 dan 1991, Pekan Seni Mahasiswa I di Surakarta 1993,Festival Paduan Suara Campuran antar Propinsi se-Indonesia di Jakarta tahun 1992. Tim Teater mahasiswa Unand meraih peringkat I Festival Teater Mahasiswa Indonesia di Padang Panjang. Tim Grup Vokal Unand meraih peringkat V di Peksiminas VI di DIY tahun 2002, Teater Rumah Teduh UKS tampil dalam Festival Teatronik TVRI Sumbar 2007 serta salah satu yang paling membanggakan yaitu Predikat Golden Diploma tim Andalaswara pada Asian Choir Games 2007 di Jakarta. Saat ini UKS-UA digawangi oleh Davis Eldo Saputa (Ilmu Politik 05) sebagai ketua umum, Eko Permana Putra (Ilmu Administrasi Negara 06) sebagai Sekretaris Jenderal (yang juga anggota UKPM Genta Andalas), dan Rizky Aprima Putra (Ilmu Politik 06) sebagai Ketua Departement Seni.

UKM PHP dibentuk untuk menjadi kekuatan netral yang ada di Universitas Andalas dengan berbagai kegiatan seperti Pelatihan Dasar (untuk anggota), seminar-seminar lokal dan nasional, diskusi-diskusi, aksi simpatik dan demonstrasi, penyuluhan hukum dan politik kepada masyarakat, penyebaran stiker, pamflet atau selebaran serta mengajukan usulan dan menilai Undang-undang/peraturan yang dikeluarkan di tingkat Universitas. UKM PHP memiliki misi untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap dinamika kehidupan hukum dan politik mahasiswa dilingkungan Universitas Andalas Memberikan kontribusi terhadap pembelajaran hukum dan pengetahuan politik mahasiswa dan masyarakat Mensosialisasikan perkembangan hukum dan politik kepada mahasiswa dan masyarakat. Menentang kebijakan yang tidak berpihak kepada Mahasiswa dan Masyarakat.


UKO UNAND berdiri pada tahun 1993. Mengalami masa vakum selama 10 tahun dan aktif kembali sebagai organisasi pada 20 Februari 2003. UKO UNAND adalah suatu unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang pengembangan keolahragaan di Universitas Andalas. Kegiatan olahraga yang dikelola oleh UKO UNAND adalah sepakbola, bola voli, bola basket, tenis lapangan, tenis meja, bulutangkis, catur, takraw, atletik dan futsal.
Prestasi UKO Unand 3 tahun terakhir antara lain Semifinalis Liga Sepak Bola mahasiswa se-Sumatera 2005, Juara Liga Sepak Bola mahasiswa se-Sumatera 2006. Meraih Medali Emas Cabang Catur Beregu pada POMDA 2007. Juara III Cabang Sepak Bola pada POMDA 2007. Meraih Medali Perunggu Cabang Badminton pada POMDA 2007. Meraih Medali Perunggu Cabang Atletik pada POMDA 2007. Meraih Medali Perunggu Cabang Sepak Takraw pada POMDA 2007 Meraih Medali Emas Cabang Renang pada POMDA 2007. Runner Up POMDA SUMBAR 2007. Runner Up Renang Gaya Bebas no 50 m, 100 m, 200 m KEJURNAS Renang di Jambi 2007.

Profile

Nama : Khairil
TTL : Sumani, 13 Setember 1969
Alamat : Jln. Piai Tangah Pauh Padang
Pekerjaan : Petugas Kebersihan Gedung PKM.
Nama Istri : Afnidar
Nama Anak :
1. Dorisafri Yuliardi (11 tahun)
2. Rifki Abdul Aziz (8 Tahun)
3.Nadia Putri Khairani (6 Tahun)
4. Raihan Alfauzan (4 tahun)
Daftar Riwayat Pendidikan:
1. SD N 3 Sumani
2. SMP 1 Sumani
3. SMA Singkarak
4. D I APINDO (Asosiasi Pariwisata Indonesia)
Daftar Riwayat Pekerjaan :
1. House Keeping Hotel Grand Menteng
2. Hotel Sentral Jakarta
3. Hotel Oasis Jakarta
4. Cleaning Service Unand


Tiap manusia tentu punya garis nasib tersendiri dari Sang Khalik, tidak terkecuali untuk pria yang satu ini. Meski hidup yang harus dijalaninya begitu getir, namun bapak 4 orang anak ini tidak pernah putus asa dengan senantiasa berikhtiar dan berdoa, demi sebuah penghidupan yang layak untuk keluarga yang amat dikasihininya.
Setamat SMA di kampung halamannya, Singkarak, Khairil kemudian merantau ke Jakarta. Ia mesti bergelut dengan waktu dengan menjalanan aktivitas tak menentu seperti berdagang, menjadi supir, dan pekerja laundry hotel Grand Menteng Jakarta. 
Ia pun lalu memutuskan melanjutkan studi di APINDO (1993-1994) dan tamat setahun kemudian dengan gelar DI bidang Pariwisata, setelah tamat beliau kembali diminta bekerja di hotel Grand Menteng sebagai House Keeping dan Bell Boy selama hampir 3 tahun. Dan karena sistem kerja kontrak yang mulai berlaku di hotel tersebut, ia pun memutuskan untuk berhenti bekerja dan pulang ke kampung halaman.
 Sempat menganggur selama sebulan beliau kemudian diterima bekerja di Unand sebagai petugas penghijauan dan taman rektorat selama 2 minggu, kemudian beliau diminta bekerja di Lobby lantai 4 Rektorat selama 4 tahun dan setahun belakangan beliau mengurusi kebersihan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand. 

Ia pun berharap mahasiswa turut menjaga kebersihan di lingkungan mereka sendiri, terlebih di lingkungan kampus.

Oleh : Cosma Putra Warau-warau GA

Profile

Cowok pendiam pencinta alam ini terbilang berprestasi di bidang ke-mapala-an. Bagaimana tidak, untuk tahun 2008 lalu dia terpilih sebagai peserta terbaik pada ajang Djarum Super Adventures, yang berlangsung di Jawa Barat.
Berawal dari hobi pencinta alam dan bertualang, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas angkatan 2003 ini, telah menggeluti hobinya tersebut sejak SMA. Akan tetapi pada saat itu ia belum berpikir untuk mendalami hobinya lewat organisasi pencinta alam. Barulah setelah terdaftar sebagai mahasiswa UNAND, ia mendaftarkan diri untuk menjadi anggota MAPALA UNAND sejak akhir 2003 dan mengikuti Pendidikan Dasar Mapala (PDM) XIV MAPALA UNAND dan menjadi anggota penuh pada tahun 2004. 
Di sinilah ia mendapatkan dan mendalami ilmu-ilmu yang mendukung pelaksanaan hobinya, seperti teknik-teknik navigasi, panjat tebing, survival, dll. Tak puas di situ, anggota MAPALA UNAND dengan nomor register MU 171 Wsl ini juga mendalami ilmu organisasi dan kepemimpinan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tertua di UNAND ini dengan menjabat dua kali kepengurusan, yaitu Bendahara (2005-2006) dan Ketua Bidang Organisasi (2006-2007). Sekarang walaupun tidak menjabat di kepengurusan, ia ditunjuk sebagai Kepala Pendidikan PDM IX MAPALA UNAND 2008. 

Berbekal semua ilmu yang telah diperoleh dan pengalaman-pengalaman di lapangan, mahasiswa kelahiran Bukit Tinggi 19 April 1985 dan bernama lengkap Fajri Israr ini memperoleh posisi puncak pada beberapa kejuaraan arung jeram tingkat nasional dan daerah. Selain itu ia juga menjadi pengiring pada Ekspedisi Empat Puncak di Pulau Jawa (2004), manajer tim MAPALA UNAND pada Arung Jeram di Muara Enim Sumatera Selatan (2005), dan menjadi salah seorang anggota ekspedisi pembukaan jalur sisi barat Gunung Singgalang (2004).

Tak hanya menyalurkan hobi saja, alumni SMA 2 Bukit Tinggi ini juga membaktikan ilmu dan jiwa kemanusiaannya dengan turut serta menjadi relawan pada bencana alam gempa dan tsunami di Aceh pada tahun 2004 dan Gempa di Solok dan Tanah Datar pada tahun 2006. 

Lewat pengalaman-pengalamannya sebagai pencinta ala mini, ia dapat merasakan bahwa dunia emang indah dan harus dijaga. Jika alam dirusak maka akan datang bencana. Ia berpesan kepada mahasiswa yang juga mempunyai minat dan bakat di bidang ke-mapala-an agar mau terus menggali dan mengasah ilmu dan bakatnya tersebut lewat organisasi yang berkompeten sehingga mempunyai modal yang kuat di lapangan dan mampu bersaing di kejuaraan-kejuaraan.

Oleh : Diana Ortega GA

Sabtu, 17 Januari 2009

ISI TABLOID GA EDISI XXX JANUARI-FEBRIARI 2009

(Kolom Liputan)

Mahasiswa Unand Tolak UU BHP

Setelah disahkannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) pada tanggal 17 Desember 2008 lalu oleh DPR RI, menuai pro dan kontra ditengah masyarakat. Mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia menggelar aksi menolak dikeluarkannya UU BHP.
Sementara mahasiswa Universitas Andalas di bawah koordinator BEM KM Unand juga tidak ketinggalan menggelar aksi serupa tanggal 24 Desember 2008 lalu, setelah melakukan orasi di tiga tempat berbeda yakni di depan PKM Limau Manis, halte Bus Pasar Baru dan kampus Fakultas Kedokteran Jati. Empat bus kampus yang membawa rombongan mahasiswa berangkat menuju Kantor DPRD Sumatera Barat untuk melakukan aksi menolak UU BHP. 
Aksi tersebut dilakukan dengan long marc dari Taman Makam Pahlawan di Jl. H. Djuanda Padang. Tempat ini dipilih mengawali aksi untuk membangkitkan semangat perjuangan dan inspirasi bagi mahasiswa bahwa perjuangan belum berakhir kata Hanif Dwi Putra, Presiden BEM KM Unand . 
Kepada Genta Andalas Hanif mengatakan bahwa dikeluarkannya UU BHP sama halnya dengan membuka secara lebar panji-panji liberalisme pendidikan di Indonesia. Hanif juga menyayangkan sikap pemerintah yang menjadikan manajerial pendidikan yang buruk sebagai alasan dikeluarkannya UU BHP.
“Memperbaiki boleh saja tetapi jangan menambah beban rakyat,” katanya. Aksi yang dilakukan mahasiswa berjalan lancar tanpa gangguan yang berarti, tampak orasi dan teatrikal tentang buruknya sistem UU BHP bergulir di tengah aksi unjukrasa yang dihadiri oleh mahasiswa Universitas Andalas sebanyak 200 orang itu. 
Dalam kesempatan itu, Presiden mahasiswa Unand juga membacakan tiga butir tuntutan mahasiswa untuk pemerintah yaitu menolak dikeluarkannya UU BHP karena akan melahirkan liberalisasi pendidikan, mendukung pembatalan UU BHP dalam bentuk yudisial review ke Mahkamah Konstitusi, karena bertentangan dengan pasal 31 UUD 1945, dan menuntut pemerintah merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 % dalam APBN secara tepat guna dalam peningkatan mutu Pendidikan. 

Pernyataan tersebut ditanda tangani oleh Hanif dan kemudian diserahkan kepada perwakilan anggota dewan yang dalam hal ini diterima dan ditanda tangani oleh Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah Sumatera Barat. Meski aksi tidak diizinkan oleh Rektor Universitas Andalas , antusias mahasiswa yang ikut lumayan banyak meski tidak sebanyak aksi sebelumnya. Hal ini dibenarkan oleh Hanif bahwa kecendrungan mahasiswa sekarang yang tidak terlalu menyukai aksi unjuk rasa sebagai salah satu cara untuk menyampaikan aspirasi. Demonstrasi berakhir pukul 12. 00 WIB. 

Penulis : Cosma Putra Warera GA


Aklamasi UIR berkunjung ke Padang


 Suasana sekretariat Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Genta Andalas , Minggu (30/11) tampak tak seperti biasanya. Aktivitas di sana tampak sibuk, mengingat biasanya hari Minggu dimanfaatkan anggota UKPM Genta Andalas untuk beristirahat. Hal ini disebabkan kunjungan jurnalistik oleh rekan-rekan dari tabloid mahasiswa AKLaMASI, Universias Islam Riau. Rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut terdiri dari anggota Tabloid Mahasiswa AKLaMASI dan anggota magang. Kunjungan kali ini dilakukan dalam rangka silaturahim dan diskusi antara sesama pers mahasiswa. Rombongan ini juga didampingi oleh Taufik, Pemimpin Umum Surat kabar Kampus (SKK) Ganto, Universitas Negeri padang.
 Sesampai di Kota Padang, rombongan AKLaMASi langsung mengunjungi SKK Ganto. Kehadiran rekan-rekan dari AKLaMASI langsung disambut hangat oleh kru UKPM Genta Andalas di sekretariat Genta Andalas. “Sebelum ke Genta Andalas, rencananya kami mengunjungi rekan-rekan di Suara Kampus (Suaka), IAIN Imam Bonjol. Namun karena teman-teman di Suaka mempunyai acara untuk merayakan ulang tahun Suaka, kami langsung menuju ke Universitas Andalas”, ungkap Desi Sommalia, Pemimpin Redaksi AKLaMASI kepada Genta Andalas. 
 Acara dimulai dengan perkenalan masing-masing anggota kedua persma, lalu dilanjutkan dengan pengenalan organisasi masing-masing. “Mudah-mudahan dengan adanya diskusi dan pertukaran informasi ini, hubungan Genta Andalas dengan AKLaMASI lebih erat, dan komunikasi semakin lancar”, ungkap Yunita, pemimpin umum UKPM Genta Andalas dalam kata sambutannya. AKLaMASI juga memberikan bingkisan kenang-kenangan kepada Genta Andalas andalas berupa plakat, baju, dan mie sagu, makanan khas Riau, yang langsung diterima secara simbolik oleh pemimpin umum UKPM genta Andalas. Acara ditunda sementara untuk makan siang yang dilakukan dengan makan bersama, dan dilanjutkan dengan Shalat Zuhur. Karena ruangan sekretariat Genta Andalas yang sempit, diskusi akhirnya dilanjutkan di sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM Unand).

 Lawatan rekan-rekan dari AKLaMASi ditutup dengan berkeliling kampus Universitas Andalas, Limau Manis. Di samping kunjungan jurnalistik, kedatangan kawan-kawan dari pers mahasiswa AKLaMASI ke Kota Padang juga sekalian refreshing dengan mengunjungi tempat-tempat wisata di Sumatera Barat, seperti pantai Air Manis, yang terkenal dengan Batu Malin Kundang dan Kota Bukittinggi.

Penulis : Yunita Salmah Ritonga GA


Seminar Dasar Pasar Modal Disambut Antusias Mahasiswa

Seminar dasar pasar modal yang diselenggarakan oleh Pojok Bursa Efek Indonesia Fakultas Ekonomi Unand, Senin (27/10) disambut antusias oleh mahasiswa Universitas Andalas. Seminar yang dilaksanakan di ruang seminar Gedung E yang mengangkat tema “Membangun kembali kepercaayan investor” ini menarik minat mahasiswa untuk mengetahui lebih dalam tentang itu seiring dengan terjadinya krisis ekonomi global yang melanda dunia saat ini.
Pemateri yang dihadirkan pun merupakan pihak yang telah berkiprah di dunia bursa saham, yakni Pak Reza dari Pusat Informasi Pasar Modal Padang dan Muhammad Sultan dari PT. Trimegah Securitas (Account Officer) yang merupakan salah satu perusahaan pialang di Indonesia. Materi yang diberikan berupa perkenalan tentang pasar modal dan cara-cara bertransaksi di pasar modal. Sehingga tidak perlu takut berinvestasi walaupun kondisi perekonomian tidak baik seperti sekarang. 
Peserta yang berjumlah 230 orang ini tidak hanya dari Fakultas Ekonomi saja, tapi fakultas lain pun turut berpartisipasi. Acara ini cukup bisa dikatakan sebagai seminar besar karena disponsori oleh KSEI ( Kustodian Sentral Efek Indonesia ), KPEI ( Kliring Penjamin Efek Indonesia), Esia, Silaturahmi Saudagar Minang.
Febby, salah seorang panitia mengakui seminar dasar pasar modal kali ini melampaui target. “ Para sponsor mengaku puas dengan seminar ini, bahkan PT. Trimegah sendiri telah berjanji akan menjalin kerjasama jangka panjang dengan mensposori lagi acara-acara Pojok bursa Efek Indonesia berikutnya dan akan menyediakan sistem online untuk game simulasi saham selanjutnya,” katanya
. “Seminar pasar modal kali ini bukan seminar pasar modal pertama yang kami laksanakan, tapi acara seperti merupakan program rutin setiap tahunnya. Target seminar dasar ini adlah mahasiswa baru, untuk mengenalkan mereka tentang pasar modal itu sendiri, dan juga terbuka untuk semua mahasiswa Unand,” lanjutnya. 
Dalam seminar yang berlangsung sekitar empat jam ini, antusias peserta tidak hanya terlihat dengan banyak peserta yang mendaftar, tetapi juga terlihat dari keaktifan peserta dalam diskusi. Ternyata keingintahuan peserta tentang keadaan bursa saham sangatlah besar. Sehingga di akhir acara 10 orang peserta dengan pertanyaan terbaik mendapat doorprize dari panitia. 

Seminar dasar pasar modal ini dilanjutkan dengan dengan Game Simulasi Saham yang dilaksanakan selama 3hari dari tanggal 28-30 Oktober 2008. Game simulasi saham ini merupakan latihan permainan di bursa saham. Dalam game ini para peserta benar-benar merasakan terlibat menjadi investor dalam bursa efek indonesia. Peserta diberikan modal berupa uang tunai dan 5000 lembar saham PT. TELKOM dan BAKRIE TELECOM. Dan peserta yang bisa mendapatkan profit maksimal dari investasi itu akan memperoleh hadiah berupa handphone. Games ini dimenangkan oleh Teja, seorang mahasiswa Jurusan Akuntansi angkatan 2008. 

Penulis : Merita Pahlevi GA


Revitalisasi Terminal Kapalo Koto untuk Tertibkan Lalu Lintas


Dalam rangka Dies Natalis ke-52 Universitas Andalas Unand mengadakan Focus Group Discussion yang mengangkat tema “Ciptakan Tertib Lalu Lintas di Kawasan Pasar Baru-Pauh”. Acara ini dilaksanakan pertengahan Oktober lalu di ruang teater gedung PKM lantai II. 
Acara ini bertujuan untuk menciptakan kawasan yang nyaman aman dan tertib di kawasan lalu lintas Pasar Baru. Sedangkan nara sumber yang diundang adalah anggota Dirlantas kota Padang, Camat Pauh, Kapolsek Pauh, para awak bus, perwakilan Dinas Perhubungan kota Padang, Organda, DTK kota Padang, para dosen dan mahasiswa Unand.
Permasalahan yang dibahas adalah seputar kesemrautan yang terjadi di daerah Pasar Baru. Terkait tuntutan masyarakat sekitar Pauh yang meminta halte bus kampus Unand segera dipindahkan kembali ke terminal Kapalo Koto seperti yang dulu telah disepakati oleh pihak Universitas Andalas dengan para niniak mamak dan masyarakat Pauh sendiri.
 Diskusi yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.26 WIB tersebut terkesan cukup hangat walalupun minim peserta. Banyak hal yang dibahas disana termasuk mengenai sejarah dibangunnya terminal Kapalo Koto. Juga tentang perseteruan yang dulu terjadi antara masyarakat Kapalo Koto dengan masyarakat Pasar Baru yang menyebabkan jalan ke kampus ditutup. 
Perwakilan Dinas Perhubungan kota Padang menilai bahwa salah satu cara yang terbaik untuk mengatasi kemacetan di daerah Pasar Baru ini adalah dengan memindahkan daerah transfer moda yang ada di Pasar Baru ke tempat lain atau dengan kata lain adalah menutup simpang Pasar Baru. 
Usulan tersebut mendatangkan pro dan kontra dari berbagai pihak, sedangkan alternatif lain yang diusulkan oleh para supir dan Organda adalah mengaktifkan kembali terminal Kapalo Koto dengan kata lain memindahkan halte bus yang ada di Pasar Baru ke terminal Kapalo Koto.
Para awak bus dan angkot menuding bahwa Unand sudah tidak komit lagi dengan perjanjian yang dulu disepakati. Sebab menurut mereka dulunya terminal yang disepakati adalah di daerah Kapalo Koto dan bukan di daerah Pasar Baru. 
Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Pauh, Heri Orbandi, yang menyatakan bahwa memang kesepakatan tentang terminal Kapalo Koto ini telah ada dari dulu.
Dan kesepakatan yang diambil untuk mengatasi kesemrautan di daerah Pasar Baru adalah dengan meningkatkan kesadaran para pemakai jalan yakni sopir bus kota, angkot serta bus kampus agar lebih tertib dan mematuhi aturan lalu lintas yang ada.

Sementara itu, Rektor Unand, Musliar Kasim mengatakan bahwa peraturan serta perjanjian yang ada dulu hendaknya di sesuaikan dengan kondisi yang ada, dan semua pihak hendaknya berkontribusi menciptakan lingkungan yang tertib.

Penulsi : Zolly Diah Ayu GA

MTQ Unand Semarak
Menuju MTQ Nasional


Acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat mahasiswa se-Unand yang diadakan Selasa (11/11) lalu di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) berlangsung semarak. MTQ kali ini mengusung tujuh bidang yang diperlombakan diantaranya; Musabaqah Tilawatil Quran, Musabaqah Tartil Quran, Musabaqah Syahril Quran, Musabaqah Fahmil Quran, Musabaqah Khatil Quran, Musabaqah Hifzil Quran, dan Karya Tulis Ilmiah Al Quran. Menurut Fajri Gafar, ketua panitia acara, acara dengan bertema membentuk generasi qur’ani ini mendapat apresiasi yang cukup baik dari mahasiswa. Terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftar, yaitu tercatat sebanyak 148 peserta yang mengikuti berbagai bidang yang diperlombakan.
Acara yang kepanitiannya dibentuk berdasarkan Surat keputusan (SK) rektor dan diselenggarakan berdasarkan program Dinas Pendidikan Tinggi (DIKTI) ini terbilang sukses. Tingginya apresiasi mahasiswa mengikuti perlombaan, kelembagaan yang baik dalam kepanitiannya juga ikut menentukan kesuksesan acara ini. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi panitia karena dapat menyelenggarakan acara yang Qur’ani di tingkat universita.
 Terlepas dari kesuksesannya, Fajri Gafar menyayangkan sedikitnya minat mahasiswa dalam menyaksikan acara ini. “Dari segi kelembagaan, MTQ ini bisa di bilang sukses. Karena walaupun Unand berbasis umum, tapi bisa menyelenggaraan acara yang Qur’ani dan mendapat apresiasi yang cukup tinggi dari mahasiswa. Tapi secara personal, saya sedikit menyayangkan kurangnya minat mahasiswa Unand dalam mengikuti dan menyaksikan acara ini.” Ujar Fajri Gafar kepada Genta Andalas, Senin (17/11).
 Mengenai pendanaan acara, Fajri mengungkapkan bahwa acara ini didanai seratus persen oleh rektorat. Ia menambahkan, acara MTQ ini dalam jangka pendek ditujukan sebagai persiapan menuju MTQ mahasiswa nasional di Makasar tahun 2009. Sedangkan dalam jangka panjang acara ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan ilmu-ilmu dan seni Al Qur’an. 

Penulis : Rika Putria GA

LPM Ukhuwah Palembang

Lembaga Pers Mahasiswa Ukhuwah dari IAIN Raden Fatah, Palembang, Minggu (16/11) mengadakan studi pers dan silaturahmi ke sejumlah pers mahasiswa di Kota Padang. Rombongan ini berjumlah sekitar 24 orang, yang terdiri dari anggota LPM Ukhuwah dan anggota magang. Rombongan LPM Ukhuwah pertama kali mengunjungi Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto, Universitas Negeri Padang (UNP). Sedangkan kunjungan ke Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Genta Andalas dilaksanakan esok harinya (17/11) setelah lebih dahulu berkunjung ke Suara Kampus, IAIN Imam Bonjol. Kunjungan rekan-rekan pers mahasiswa dari kota empek-empek ke Universitas Andalas juga didampingi oleh rekan pers mahasiswa dari Suara Kampus dan SKK Ganto. 
 Rosi NS, Pemimpin Umum LPM Ukhuwah mengemukakan bahwa kunjungan kali ini dilakukan dalam rangka silaturahim dan bertukar informasi dengan rekan-rekan pers mahasiswa di Kota Padang. Dalam kunjungan ini juga diadakan pengenalan Organisasi baik itu dari LPM Ukhuwah juga dari UKPM Genta Andalas. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang kendala-kendala yang dihadapi dan mencari solusi atas kendala tersebut. Yunita Salmah Ritonga, pemimpin umum UKPM Genta Andalas menyebutkan, “Kendala utama penerbitan di Genta adalah dana. Teman-teman bisa membayangkan bagaimana pers mahasiswa dapat bertahan dengan dana operasional 2 juta rupiah selama setahun”. Pernyataan ini menimbulkan tanya kepada rekan-rekan dari LPM Ukhuwah. Siti Alfiatun H, pemimpin redaksi LPM Ukhuwah, menanyakan bagaimana dengan dana kemahasiswaan, mengingat Universitas Andalas adalah universitas yang lumayan besar. Sedangkan Fatma, pemimpin usaha LPM Ukhuwah mencoba menawarkan solusi. “Teman-teman dari Genta bisa mencari sponsor tetap, membuka link, dan memanfaatkan alumni,” sebutnya.
 Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama di barak asrama mahasiswa Universitas Andalas. Namun Yunita, dan pemimpin Litbang, Idris, serta Kepala PSDM, M. Aziz Setiawan tidak dapat bergabung untuk makan bersama, karena harus mengikuti perkuliahan. “Kami memohon maaf kepada kawan-kawan LPM Ukhuwah, karena tidak dapat menemani sampai akhir. Mudah-mudahan kawan-kawan dapat menikmati”, ungkap Yunita, dengan rasa sesal, yang diamini oleh Aziz dan Idris.
 Setelah makan bersama, lawatan kawan-kawan dari Palembang ini dilanjutkan dengan berjalan-jalan melihat lingkungan kampus Universitas Andalas. Beberapa anggota rombongan Ukhuwah kepada Genta sempat mengira kalau UniversitasAndalas merupakan universitas swasta karena loyal terhadap pembangunan.
 Selain kunjungan jurnalistik dan silaturahmi, LPM Ukhuwah juga melakukan kunjungan wisata ke beberapa tempat di Sumatera Barat, yaitu Pantai Air Manis dan Kota Bukittinggi keesokan harinya.

Penulis : Yunita Salmah Ritonga GA


 
Seminar HIV AIDS AIESEC
We Know, We Care, We Do


 Memperingati hari AIDS sedunia setiap tanggal 1 Desember, AIESEC local committee Unand menggelar Pre Opening Seminar yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi, Jati (14/12). Seminar yang bertema “Raising Awareness in HIV AIDS” ini tidak hanya di ikuti oleh mahasiswa BBMK AIESEC, tapi juga mahasiswa Unand dan umum. “Selain untuk memperingati hari AIDS sedunia, seminar ini juga merupakan project AIESEC dan memang diadakan se –Indonesia”, ungkap Ade Rahmi Fadilla,selaku Organize Committee President AIESEC Unand kepada Genta Andalas..
 Para peserta sangat antusias mengikuti acara dari awal karena pemateri yang di hadirkan sangat berkompeten dengan persoalan HIV AIDS. Pemateri dari Dinas Kesehatan Kota Padang, Dr Irene menjelaskan secara rinci tentang kasus HIV AIDS yang telah terjadi di Indonesia pada umumnya dan kota Padang, khususnya.
  Kasus HIV AIDS di kota Padang pertama kali terjadi pada tahun 1992 melalui survey yang dilakukan dengan tes urin(air seni). Kasus AIDS di Indonesia sendiri sudah mencapai 11868, dan Sumatera Barat masuk dalam sepuluh besar kategori kasus terbanyak.
 “HIV menyerang sel darah putih manusia sehingga dapat menurunkan fungsi sistem imun atau daya tahan tubuh”, kata Dr Irene. Dan virus itu dikatakan terdapat dalam darah, cairan sperma, dan cairan vagina. Tidak ditemukan di dalam keringat, air kencing, tinja, dan air ludah. Jadi, orang yang hidup dengan penderita tidak perlu takut jika tidak melakukan hal-hal yang berisiko”, tambahnya.
 Selain Dr Irene, panitia turut manghadirkan Uda Uni Kota Padang, ex.drug user, dan Abby, trainee dari Cina. Uda Uni kota Padang memberikan pandangannya tentang hubungan pariwisata dengan HIV AIDS. Dalam pandangan Tanta, Uda kota Padang, pariwisata merupakan gerbang terbuka menularnya HIV AIDS Karena tidak ada aturan mengikat yang melarang wisatawan untuk masuk ke Sumbar dan mendeteksi terkena HIV AIDS atau tidak. Berbeda dengan Tanta, Dodi, selaku Ketua Ikatan Uda Uni Kota Padang (IUUKP), mengatakan bahwa pariwisata tidak berhubungan secara langsung terhadap kasus HIV AIDS. Hal itu tergantung dari pribadi masing-masing orang. Peserta bertambah antusias karena panitia menyediakan doorprize bagi siapa saja yang beruntung.

Penulis : Intan GA

wisuda III UNAND desember 2008 lalu


(Kolom Sastra Budaya)


Sajakku
By : Zoly Diah Ayu GA
jika kelak anakku bertanya tentang cinta..
maka akan kujawab bahwa..
cinta adalah siul yang melengking curam
cinta adalah gemertak kerucut salju beku
cinta adalah dedaynan kering dilembab malam

cinta adalah manis , gurih ranjungan memekik mati
cinta adalah air mata dunia diatas batu
cinta adalah dua ekor burung malam yang menyanyikan duel..

begitulah cinta anakku...
karna itu lebih baik bagimu untuk tidak mengenalnya..


Euforia Masa

Oleh ; Eko Permana Putra GA (Eco Pepe)
Jalanan ini kian membunuh belulang,
Dan para belalang menyuruk merunduk mengukur kedalaman luka yang meng-onak.
Lalu kemana perginya setapak yang kemaren lusa dibeton para raja manusia tersebut?
Ada rumput-rumput yang belum di cabuti.
Dan Ada hidup yang belum sempat mati.
Lalu, esok simpangan mana lagi yang harus “kita” patahkan?

Padang, 5 Januari 2009


Asa
By : Fissa
Terucap kata mencabik jiwa
Menyayat pedih
Membumihanguskan semua tawa
Tanpa rasa yang tercipta,
Hanya pedih yang terasa,
Tanpa tawa terukir lagi

Jauh nun didalam sepi
Tersembunyi sedikit cahaya
Yang ntah kapan kan muncul,
Yang ntah kapan kan membuat tawa
Yang ntah kapan menghapus deraian air mata,
Yang hanya bersembunyi.
Takut akan dunia yang penuh akan kefanaan ini


KETIKA BANGSA INI BERMIMPI
Oleh : Dika Yulanda GA
Mereka duduk dan bilang,
kursi ini kepunyaan rakyat.
Mereka tersenyum penuh wibawa
dan berkata
aku cinta bangsa ini.
Mereka membuka mulut 
dan mulai berteriak pada dunia
bahwa suara mereka adalah 
suara jutaan penduduk negri yang 
akan mereka bawa bernyanyi.
Tapi ketika rakyat membuka mata di pagi hari..
Itu semua hanya mimpi.
Padang, juni 2008

CERPEN

Kereta Api Pagi Itu…!
Oleh : Rika Wahyuni GA

“Hari gini baru naik kereta api” ejekan teman-teman pada gue di sela-sela perkuliahan. Sebenarnya impian ini telah jauh hari ingin gue wujudkan. Cuman waktu aja yang belum pas.
Pagi yang cerah. Secerah baju merah yang membalut tubuh gue. Jam 8 lewat 5 menit gue telah terlibat dalam antrian karcis. Bukan antrian tepatnya, melainkan rebutan posisi dengan calon penumpang lain agar karcis tidak kehabisan. Suasana di stasiun kereta api terlihat seperti pasar pagi, biasalah ini adalah hari libur yaitu hari Minggu. 
Banyak pemandangan yang bisa dibaca di sini. Ada Ibu-ibu yang sibuk mengurusi anak-anaknya berlari ke sana dan ke mari, beberapa pasang remaja yang mecing dalam berpakaian, dan beberapa keluarga besar dengan bekal makanan dan tikar untuk bertamasya ke pantai, beberapa orang yang saling canda tawa seperti halnya gue dan Reni sahabat gue.
Ini bukan hari Minggu yang biasa bagi gue. Biasanya hari ini hanya Stay at Home di kampung gue dan sorenya balik ke kota Padang tercinta, tempat menimba Ilmu di Universitas termegah di Asia Tenggara. Ya.. begitulah gue sering menyebutnya bangga pada teman-teman Universitas lain.
***
  Gue masih berada diramainya antrian karcis pagi ini. Rebutan posisi, sikut sana dan sini. Disesaknya kerumunan tiba-tiba saja gue merasa dak-dik-duk. Ntah kenapa leher gue seakan memaksa wajah untuk menengok someone yang ada disebelah. Someone yang tak kalah semangatnya pula berebut posisi seperti halnya gue. Tanpa jeda yang lama, dia pun menatap kearah gue. Lama sekali tatapan itu. Seakan kami dua orang yang telah lama terpisah dan tiba-tiba bertemu. Dan mencoba mengingat siapa kamu?. Dan begitu pun aku?
 ”Anya” dia menyapaku. Aku membalas dengan senyuman termanis dipagi ini. Semanis mentari yang begitu cerah mengiringi langkah gue untuk ke stasiun kereta api.  
Oh..Pagi yang menyenangkan. Rasanya gue ingin antrian ini tak cepat berlalu. Perasaan terdalam gue mengatakan ”He is hansome today!”. Kesan pertama yang begitu menggoda. Meskipun barangkali dia tidak menggunakan parfum yang sering diiklankan ditelevisi swasta, tapi slogan itu melekat padanya. Sepertinya kalimat ini bukan kali pertama yang gue ucapkan kala bertemu dia di Fakultas. Tapi sayang pertemuan di Fakultas itu hanya begitu saja, saling menyapa, tersenyum dan tak lebih. 
Antrian telah berlalu, dua karcis telah berada ditangan gue. Untuk gue dan Reni. Mata gue masih mencari-cari sosok mata yang tadi memberikan kesan berbeda. Berbeda hingga melekat dihati seperti ditaburi bunga-bunga. Tumbuh wangi sekali.
 Dialah orang yang pertama menyapa gue dipagi ini dan dialah yang pertama membuat minggu ini “so sweet” ya begitu berlebihan. 
Kereta api berangkat pukul 09.25. Jam tangan ungu kesukaan gue jarumnya di posisi 08.30. Gue dan Reni duduk dekat rel kereta Api. Pastinya bukan rel kereta api yang sedang akan melintas. ‘Si rel’ lagi Free dan kami duduk berdua disana. Berbincang-bincang iseng, jepret sana dan sini dengan kamera ha-pe, dan tawa-tiwi yang tak lepas dari hari-hari kami. Tawa gue terhenti. Sosok yang dicari tadi gue temukan lagi. Ternyata dia mentap gue, tersenyum dan menghampiri gue. 
“Hai Anya, berangkat kereta kedua juga ya?” tanya Rey. ”Yup, Loe juga?” Spontan gue berdiri menanyakan hal yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan. Ya iyalah.. dia juga berangkat kereta api kedua, secara kereta api pertama baru saja membunyikan pluit dan pergi. Tapi ya..basa-basilah. 
”Loe sendiri?, ”ga tuh sama teman-teman” jawabnya sambil menunjuk kebelakang tepatnya kearah tiga orang cowok yang sama-sama kompak berseragam hitam. 
”Loe da acara apa?” lagi-lagi gue bertanya agar pertemuan ini tak cepat berlalu. ”cuman refreshing ke pantai”, ”Loe?” dia balik bertanya. ”gue…ya sama!ng..ng maksud gue kepantai juga” huh gue serasa balita yang baru belajar mengeja kata. Percakapan terhenti. Kereta akan segera berangkat. Gue dan Reni segera menaiki gerbong.
Ini adalah pengalaman pertama naik kereta api bagi gue. Otomatis gue masih clingak-clinguk. Mengikuti Reni dari belakang mencari tempat duduk yang nomornya sesuai dengan yang tertera di karcis. Reni duduk dan gue pun duduk. Selang beberapa menit seorang bapak-bapak mengatakan bahwa ini adalah tempat duduknya dia. Reni nglotot ini adalah tempat duduk kami juga 
“bapak salah karcis kale” Reni menunjukkan karcis. Si bapak akhirnya memperlihatkan juga karcisnya. Dikarcis itu juga tertera nomor 17. Ternyata si bapak betul. Kami berada di nomor yang benar, tapi gerbong yang salah. Kami tersenyum minta maaf dan berlalu.
***
  “Waduh laper ni Ren, beli kue yu!”. Seketika Reni memanggil bapak penjual kue, memilih beberapa bungkus kue yang terlihat enak apalagi bagi kami yang belum sarapan pagi alias kelaparan.
”hah 13.000?” gue mendengar sayup-sayup suara Reni yang jauh dibelakang ”ya udah pak 3 buah saja”. 
Dengan wajah kesal dan bibir sewot Reni menceritakan momen yang dia dapatkan dipagi ini. Lagi-lagi pagi ini kelabu (bagi Reni). Alhasil cerita yang dia sampaikan adalah menyedihkan meskipun kegembiraan akan hadir saat kue dimakan untuk pengganjal perut. 
“waduh 4000 per bungkus” Reni memperlihatkan kue-kuenya. “kalau yang jual bukan bapak tua gue ogah beli kue nich”. ”huh..sudahlah pren…!!gue menyobek bungkus kue dan melahabnya..
Perasaan dalam hati gue belum berubah meskipun baru saja kami kemalangan. salah tempat duduk belum lagi beli kue kemahalan. Sepasang mata gue lemparkan pada pemandangan dibalik jendela kereta. Fikiran gue kembali menjemput kejadian saat antrian tadi. Kenapa ini? Biasanya gue tidak terlalu mempedulikan dia, meski pun sering bertemu di Fakultas. 
Udara di kereta semakin panas. Gue menuju toilet belakang Gerbong 21. Saat keluar toilet aku berdiri terpaku, mataku kembali menatap sepasang mata di antrian tadi. Dan lebih menyenangkan lagi dia jua menatapku. Bunga-bunga kembali bertaburan dan wangi sekali. Gue tersenyum dan dia tersenyum. 
Dia membuntuti gue, dia menghampiri tempat duduk gue, dia bercanda, tertawa dan gue pun larut didalamnya. Ya.. tidak seperti dia yang kutemukan seringkali di koridor Fakultas Hukum, gedung A, B, C, atau gedung gedung yang lain yang biasa kami tempati untuk perkuliahan. Tersenyum dan berlalu dengan aktivitas masing-masing  
Pluit kereta api berbunyi dengan lengkingnya. Gue terbangun. Perjalanan yang melelahkan tapi gue senang. Senang dapat bertemu dia. Dia yang menyita perhatian gue dari tadi hingga sampai tujuan di Pariaman. Andai dia mengajak gue untuk sama-sama wekend, pasti gue akan mengagguk dan katakan Ya tanpa pikir panjang. Tapi itu hanya andai. Reni menarik tangan gue dan lagi-lagi terlibat antrian.
Gue terpaku dipintu keluar kereta. Sosok perempuan sebaya dengan gue menegurnya. Menegur dia yang sepanjang perjalanan ada dalam fikiran gue. Perempuan itu tersenyum manis. Dia pun membalas. Mereka berdua berlalu bergandeng tangan. Tak ada tiga orang teman yang berseragam hitam di stasiun kereta api pagi tadi….

Ilustrasi Oleh : Eko Permana Putra GA / Eco Pepe GA

ISI TABLOID GA EDISI XXX JANUARI-FEBRUARI 2009

(Kolom Gentainment)


Outbound Genta Andalas, Lelah, But Fun!


 Salah satu kegiatan BBMK (Bina Bakat Minat Kepemimpinan) Genta Andalas ialah melaksanakan outbound yang dilaksanakan di Batu Busuak 30 November 2008. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan penyegaran pada anggota BBMK Genta Adalas, biasanya mereka diberikan materi-materi dan simulasi, dan dengan outbound ini mereka diajak untuk beraktifitas di alam.
 Kegiatan dimulai di depan PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) pukul 07.00 WIB dengan melaksanakan upacara pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Usai pemanasan peserta dibagi menjadi empat kelompok bertujuan untuk memudahkan pelaksana outbound.
 Ada lima posko pada kegiatan tersebut, posko satu yaitu posko pelepasan di lapangan basket MIPA. Kegitanya lucu-lucuan seperti tebak-tebakan kata, setelah itu rombongan turun ke posko dua, yakni posko kerjasama dimana kekompakan masing-masing kelompok dilihat dari cara mereka menyelesaikan games yang disediakan panitia.  
Dan di posko tiga, peserta harus dapat memecahkan password yang telah diberikan posko dua. Di sini peserta outbound diminta mengimajinasikan suatu benda yang diberikan, misalnya benda tersebut merupakan benda berteknologi tinggi dan nantinya mereka harus menjelaskan benda tersebut di seberang sungai, dimana posko ini adalah posko imajinasi mereka harus bekerjasama dalam menyeberangi sungai dan juga harus dapat berfikir dengan cepat hal apa yang akan mereka imajinasikan.
 Pengetahuan umum ialah posko keempat. Peserta di posko ini diberikan pertanyaan seputar pengetahuan umum. Dan bagi yang tidak bisa menjawab, wajah mereka dicoret dan kemudian peserta melanjutkan perjalanan ke posko lima dengan terlebih dahulu sholat di musholla setempat dan kemudian makan siang secara bersama-sama, serta di posko ini peserta mempersembahan acara hiburan seunik mungkin. Persembahan yang ditampilkanpun beragam dari pertunjukan drama, kegiatan reportasi, tarian-tarian narsis dengan dedaunan, serta peniruan karakter dari kakak-kakak mentor dan pengurus, yang mana pertunjukan tersebut sangat menghibur semua di saat panas dan letih telah mulai terasa.
 Pada puncak acara persembahan, peserta outbound memberikan penghargaan-penghargaan pada kakak-kakak yang mereka sukai, dan juga mentor serta pengurus juga memberikan penghargaan kepada peserta outbond, dalam hal ini penghargaanya dibagi atas beberapa kategori, kelompok terlelet dan terheboh, dalam kelompok terlelet kelompoknya tersesat dalam mencari posko, sehingga mereka menghabiskan banyak waktu dan menjadikan mereka kelmpok terlelet sedangkan kelompok terheboh, mereka memang heboh dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan outbound tersebut. 

  Kegiatan outbound Genta Andalas dalam hal ini melelahkan dimana harus menempuh jalan yang jauh dalam mencapai setiap posko dan juga harus menghafal dan menampilkan password yang diberikan setiap posko serta melakukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan di posko-posko tersebut, disamping melelahkan tetapi juga menyenangkan dimana memberikan berbagai manfaat-manfaat dan juga melatih cara-cara bekerjasama dalam sebuah tim, dimana perlunya kepercayaan, kekompakan.

Penulis : Esa Safitri GA


Lagi, Pelantikan di Batu Busuak
Setelah mengikuti proses magang selama 7 bulan, akhirnya pada tanggal 19 Oktober 2008 lalu 16 orang calon anggota UKPM Genta Andalas resmi dilantik menjadi anggota penuh. 
Bermula dari open recruirtment yang diadakan UKPM Genta Andalas, maka tersaringlah 25 orang yang dinilai dapat mengikuti proses magang, sebelum diangkat menjadi anggota penuh. Namun selama perjalanan magang dalam waktu 7 bulan tersebut, 25 orang yang telah tersaring tadi mulai berkurang. Kesibukan kuliah dan sulitnya membagi waktu antara kuliah dengan kegiatan keorganisasian membuat beberapa orang mengundurkan diri dari proses magang. Mereka yang masih bertahan adalah rena, chay, putri, eni, dika, intan, levi, migo, chery, riska, bramono, paik, eka, rika, nova, sharmoet.
Selama proses magang berlangsung, anggota magang diwajibkan mengikuti berbagai kegiatan yang merupakan syarat kelulusan. Diantara kegiatan tersebut adalah PJTD (Pelatihan Jurnalistik Tingakat Dasar), merampungkan tabloid Genta Antara, malam inisiasi yang bertujuan menjalin keakraban dan berbagi ilmu pengetahuan di bidang jurnalistik diantara peserta magang dengan anggota UKPM Genta Andalas, kunjungan ke lembaga pers di luar Universitas Andalas, dan puncak penentunya yaitu tadi, pelantikan.
Pada tanggal 17 Oktober 2008 malam, seluruh calon anggota melakukan evaluasi atas apa yang telah didapat selama proses magang berlangsung. Apakah selama 7 bulan itu tidak satupun yang didapat calon anggota tadi atau malah begitu banyak hal yang diperoleh mereka selama proses tersebut. 
Perjalanan ke lokasi pelantikan dilakukan pada pagi harinya, Sabtu 18 Oktober 2008. Para peserta dibagi atas beberapa kelompok, dan selama perjalanan setiap anggota kelompok itu akan dinilai kekompakan dan solidaritasnya. Selama perjalanan akan ditemui beberapa posko, yang mana di setiap posko tersebut berdiri tim penilainya. Perjalanan tadi dimulai pada pukul 7 pagi, dan pastinya belum satupun diantara peserta maupun panitia yang telah mengisi perutnya. Lapar..sudah pasti. Namun dahaga dan lapar tadi dapat terobati ketika menyinggahi posko 3 yang berkedudukan di daerah Batubusuak, kelurahan Lumbung Bukik, Kecamatan Pauh. Di tempat ini peserta diberi waktu untuk makan, beristirahat, dan yang paling penting ialah mencari bahan berita, boleh apa saja asalkan nernilai berita.
Untuk menuju lokasi pelantikan, peserta dan panitia tadi haruslah melalui jalan kecil yang menanjak. lebatnya buah durian di sepanjang jalan terasa sangat menggoda. Namun sayang, duriannya masih muda, dan belum bisa dinikmati. Tantangan selama perjalanan tidak terbatas hanya sebuah pendakian curam sebuah bukit saja, namun juga terdapat jembatan – jembatan yang menhubungan sati sisi bukit dengan sisi yang lain, dan kedalamannya…disarankan untuk yang takut ketinggian tidak usah memandang ke bawah, karena dapat dipastikan orang tadi tidak akan mempunyai kekuatan cadangan untuk melanjutkan perjalanan.
Semua kepenatan perjalanan tadi dapat terobati ketika semuanya telah sampai di lokasi, Patamuan, begitulah orang-orang menyebutnya. Sesuai dengan namanya tadi, di patamuan memang terdapat dua buah sungai dari arah dan sumber berbeda bertemu pada satu titik, dan kekuatan dari pertemuan dua buah sungai ini dimanfaatkan untuk tenaga pembangkit listrik.
Acara masih belum berakhir. Di patamuan tadi calon anggota UKPM Genta Andalas masih harus mengerjakan tugasnya yaitu mempresentasikan berita yang telah didapat di daerah Batubusuak untuk kemudian didiskusukan mengenai nilai berita dan layakkah tulisan tersebut dikatakan sebagai berita, membuat sebuah acara yang melibatkan sekluruh calon anggota, dan malam evaluasi lagi yang kali ini dijalani oleh calon anggota secara individu.

Pada tanggal 19 Oktober itulah puncakknya, semua calon anggota dibawa ke sebuah lapangan kecil diseberang sungai. Disini dilakukan upacara pengangkatan calon anggota menjadi anggota sepenuhnya, dan yang paling penting dalam rangakaian acara ini adalah symbol pengangkatan tadi, yaitu mencium almamater yang telah ditancapkan di tengah-tengah sungai yang arusnya lumayan deras. Kegigihan dan kemauan keras calon anggota tadi untuk sampai di tempat dimana almamater tadi berada dapat diartikan betapa gigihnya mereka menjalani proses yang sedemikian panjang dan akhirnya mendapatkan buah manis, yaitunya pengangkatan menjadi anggota penuh UKPM Genta Andalas. Namun perjuangan tadi tidaklah berakhir sampai disitu. Pelantikan dan pengangkatan anggota penuh tersebut baru merupakan awal untuk sebuah perjuangan yang sebenarnya, yaitu memberikan pengabdian terbaik untuk kemajuan keluarga besar UKPM Genta Andalas. 

Penulis : Dika Yulanda GA

Pelatihan Jurnalistik
 Membuka Wawasan, Mengasah Minat

Sesuai dengan keputusan universitas, maka semua mahasiswa baru Universitas Andalas diwajibkan mengikuti proses magang di UKM. Proses magang ini memiliki sistem penilaian tersendiri dan merupakan salah satu syarat kelulusan mahasiswa tadi di akhir studinya.
UKPM Genta Andalas merupakan salah satu UKM yang menerima mahasiswa baru sebagai anggota magang atau pada tahun ini lebih dikenal dengan program BBMK (Bina Bakat Minat dan Kepemimpinan). Sesuai dengan program yang ada, UKPM Genta Andalas melakukan pembinaan terhadap bakat yang dimiliki anggota magang, khususnya di bidang jurnalistik, mengarahkan mereka yang memiliki minat di bidang jurnalistik tadi, serta melatih setiap anggota BBMK tadi menjadi seorang yang memiliki jiwa kepemimpinan.
Salah satu kegiatan dalam proses pembinaan bakat, minat dan kepemimpinan di UKPM Genta Andalas ini adalah pelatihan jurnalistik khusus anggota BBMK. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan anggota magang dan panitia dari UKPM Genta Andalas itu sendiri di bidang jurnalistik.
Pelatihan jurnalistik yang dilakukan di ruang seminar Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) lantai 1 November lalu ini diikuti sekitar 120 orang anggota BBMK. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini menghadirkan dua orang pembicara yang kompeten dibidangnya.
Mbak Lia, begitulah ia biasa dipanggil. Dia merupakan pembicara pertama dalam pelatihan jurnalistik ini. Cara penyampaian wanita kelahiran Riau, 11 Januari ini cukup ringan, sehingga peserta pelatihan jurnalistik BBMK 2008 dapat mengikutinya dengan baik, bahkan ketika sesi tanya jawab dibuka, banyak pertanyaan seputar pengetahuan umum di bidang jurnalistik, tak sedikit pula yang bertanya mengenai kiat sukses Mbak Lia, maklum saja, riwayat pekerjaannya di dunia jurnalistik sudah cukup panjang. 
Wanita yang sekarang tinggal di jl. Flores no.7 Padang ini pernah menjadi penyiar dan reporter di beberapa radio swasta, pernah juga menjajakkan kakinya di TVRI Padang, Global TV Jakarta, dan sekarang aktif di Kantor Berita Radio 68 H Jakarta, sebuah kantor berita yang direlay oleh sekitar 500an radio swasta Indonesia, dan yang terbaru Mbak Lia bergabung dengan majalah Kartini hingga saat ini.
Pemateri selanjutnya Afri Meldam, mahasiswa Fakultas Sastra Unand angkatan 2005 yang didaulat panitia sebagai pembicara dalam Pelatihan Jurnalistik ini . Dia dikenal hobi menulis artikel dan memuat tulisannya di berbagai media, baik lokal maupun nasional.
Pelatihan jurnalistik anggota BBMK ini memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta dan juga panitianya, khususnya bagi mereka yang belum pernah mengikuti acara seperti ini sebelumnya. Sepanjang acara berlangsung, terlihat antusiasme peserta, baik dalam memberikan pertanyaan, maupun dalam menyampaikan pendapat mereka tentang topic yang disajikan pembicara. 
Acara yang dipandu oleh Cosma dan Rena ini berakhir pada jam 12 siang. Setelah itu dilanjutkan dengan makan bersama semua peserta dengan kelompok dan mentornya masing-masing. 

Penulis : Dika Yulanda GA

ISI TABLOID GA EDISI XXX JANUARI-FEBRUARI 2009

(Kolom Tips and Trik)

Kulit Durian, Penghilang Baunya


Durian adalah sejenis buah-buahan yang beraroma tajam, bentuk durenpun tergolong unik dengan duri-duri yang banyak diluar. Daging buah duren sangat gurih dan nikmat untuk dimakan, aromanya pun sebenarnya tergolong enak. Namun banyak pecinta duren yang mengeluhkan bau yang dikeluarkan oleh buah ini. Karena bau duren yang sangat tajam tekadang menimbulkan rasa enek dan mual bagi yang menciumnnya. Bahkan terkadang orang menjadi enggan untuk memakannnya karena baunya yang sangat tajam tersebut lalu bagaimana cara mengatasinya??
Ternyata penangkal dari bau buah duren sangatlah sederhana bahkan bisa dibilang adalah duren itu sendiri. Bagi Anda yang hendak memakan duren janganlah cepat-cepat membuang kulit duren tersebut, sebab itu adalah penawarnya . Silahkan praktikkan hal berikut :
a. Menghilangkan bau duren pada tangan.
Ambillah kulit buah duren yang mempunyai ruang cukup dalam sehingga bisa menampung air. Kemudian isilah dengan air dan cuci tangan Anda di dalammnya.
b. Menghilangkan bau mulut akibat duren
Sama dengan cara di atas ambillah kulit buah duren yang mempunyai ruang cukup dalam sehinnga bisa menampung air lalu minumlah air tersebut.

Sangat mudah bukan? Sekarang Anda tidak perlu lagi khawatir dengan bau yang menyengat usai menyantap buah durian. 

Oleh ; Zolly Diah Ayu GA

Mitos Kesehatan
Anjuran untuk minum delapan gelas dalam sehari
Dua peneliti Amerika Serikat yaitu Aaron Caroll (asisten profesor pediatri pada Regenstrief Institute) dan Rachel Vreeman (Rekannya di riset pelayanan kesehatan anak Indiana University School og Medicine) tidak mendapatkan bukti ilmiah yang membenarkan tentang hal tersebut.
Membaca dalam sinar temaram dapat merusak mata
Banyak ahli yang yakin hal ini tidak dapat menimbulkan efek yang permanen meskipun hal ini dapat menyebabkan Anda lebih sering memicingkan mata, berkdip, dan sulit fokus.
Bercukur akan membuat bulu / rambut tumbuh lebih cepat dan kasar
Hal ini tidak ada pegaruhnya terhadap ketebalan atau kelebatan bulu / rambut yang tumbuh. Namun pangkal bulu / rambut yang runcing dari rambut-rambut yang belum tercukur memberikan kesan kasar.
Mengkonsumsi kalkun membuat mengantuk
Kalkun mengandung asam amino yang bernama tryptophan, yang memiliki kaitan dengan tidur dan pengendalian emosi. Namun kandungan asam tersebut tidak berbeda dari yangterkandung dalam daging ayam atau daging sapi. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan dan minuman berkadar gula tinggi dapat menjadi alasan mengantuk yang sebenarnya.
Kita hanya menggunakan 10% dari otak kita
Mitos ini sudah muncul sejak 1907. Namunteknik imaging menunjukkan tidak terdapat satu area pun yang tidur atau tidak aktif. 100% otak kita selalu bekerja.
Rambut dan kuku tetap tumbuh setelah meninggal
Mitos ini mungkin berkembang dari novel misteri. Menurut para peneliti, ketika seseorang meninggal yang sebenarnya terjadi adalah kulit akan mengering dan tertarik ke dalam. Inilah yang menimbulkan kesan kuku dan rambutbertambah panjang.
Telepon seluler berbahaya digunakan di rumah sakit
Sejumlah penelitian hanya menemukan gangguan minimal terhadap peralatan kesehatan.

(dihimpun dari berbagai sumber)

Tips Membuat Kue Pukis
Kebetulan hari ini membuat kue pukis lagi yang cukup byk untuk acara keluarga (resep bisa dilihat di bag recipe). Resep pukis ibu sy lumayan terkenal, dan biasanya sy kebagian masaknya. Ada beberapa trik untuk mendapatkan kue pukis dengan penampilan menarik (foto kue pukis yang ancur menyusul). Berikut tips nya:

1. Gunakan fermipan yg baru, cek tanggal kadaluarsanya, fermipan yang sudah lama tidak akan membuat kue mengembang.
2. Adonan didiamkan selama 2 jam sambil ditutup lap bahas supaya proses fermentasi berjalan sempurna.
3. Panaskan cetakan selama 15 - 20 menit sampai panas betul namun tidak sampai berasap, untuk mengecek tuangkan sedikit adonan, bila mengeluarkan desisan berarti sudah siap untuk digunakan.
4. Gunakan api sedang dan rata, apabila api terlalu besar maka pinggiran cepat gosong sedang bagian tengah belum matang.
5. Setelah adonan dituang, tutup rapat dan masak selama kurang lebih 5 menit, bila tdk ditutup maka adonan tidak akan matang secara rata/ bag atas tdk matang.
6. Sebenarnya tdk perlu minyak goreng/mentega utk memasak kue ini, namun jika anda menggunakan cetakan baru atau sudah lama tidak dipakai, maka minyak atau mentega cukup dioleh sekali waktu mulai masak dengan menggunakan kuas masak/ batang pisang/ kain bersih.



ISI TABLOID GA EDISI XXX JANUARI-FEBRUARI 2009

(kolom Tips and Trik)

 Kiat Bagi Anda yang Ingin Membeli Laptop 

Kembali ke laptop!!

Semua orang pasti pernah mendengar kata-kata tersebut terutama yang pernah nonton 4 Mata, terlihat Tukul sangat bergantung dengan laptopnya. Laptop memang sangat berguna bagi siapa saja, ini setara dengan harganya yang juga lumayan mahal. Jika Anda mempunyai keinginann membeli laptop, coba simak tips-tips berikut, siapa tahu ada manfaatnya. 
Ergonomik
Jangan pernah samakan keyboard PC dengan keyboard laptop. Keyboard laptop dirancang sesuai dengan ukuran laptopnya dan mungkin tidak terlalu nyaman bagi orang-orang yang terbiasa dengan keyboard PC. Semakin kecil sebuah laptop, maka susunan tombol-tombol keyboardnya juga akan semakin rapat. Seandainya anda lebih suka keyboard PC, ada baiknya anda pilih laptop berukuran besar karena susunan tombol-tombolnya tidak terlalu rapat.
Laptop juga biasanya dilengkapi dengan touchpad atau tracking pointer untuk menggantikan fungsi mouse. Tapi tetap saja, memakai mouse terasa lebih nyaman. Jadi, jangan lupa beli mouse USB saat membeli laptop.
Konektivitas
Cari yang konektivitasnya sesuai dengan keiinginan anda. Ada yang menawarkan USB saja, ada juga yang bisa PCMCIA card. Jika ingin yang terlengkap, cari laptop yang mendukung koneksi Bluetooth dan Firewire.Tapi terserah Anda, jangan sampai kamu membeli laptop yang hanya disertai dengan satu USB port. Itu bakal sangat merepotkan saat kita memakai mouse karena biasanya mouse dihubungkan ke laptop via USB port. Coba bayangkan saat anda mau transfer data dari Flash Disk, Sangat merepotkan musti colok dan cabut antara mouse dan Flash Disk?
Baterai
Salah satu hal yang membedakan PC dan laptop adalah mobilitas. Mobilitas laptop sangat bergantung pada baterai. Baterai laptop yang baik sanggup bertahan hingga empat jam setelah dicharge penuh. Baterai laptop yang bagus tentu bisa bertahan lebih lama lagi.
Kalau anda bener-bener butuh laptop yang bisa dipakai lama, cari deh laptop yang memberikan opsi untuk menginstall dua baterai sekaligus. Sayangnya, biasanya fitur ini didapat dengan mengorbankan disk drive karena baterai yang satunya umumnya mengambil tempat optical disk drive.
Ukuran & Berat
Jangan salah, ukuran juga penting. Semakin besar sebuah laptop, semakin besar pula layar dan tentu saja beratnya bertambah. Kalau kamu mau memakai laptop kamu untuk menonton Film, tentu saja yang berlayar besar bisa jadi pilihan kamu.
Kalo kamu benar-bener mengutamakan mobilitas dan tidak terlalu suka menonton di laptop, sangat disarankan untuk memakai laptop yang 12 inci.
Up To Date 
Mungkin ini terasa sepele, tapi ada baiknya kamu beli laptop yang up to date supaya tidak perlu ganti dalam waktu dekat. Contoh nyata, Windows Vista udah dirilis. Mau pilih mana, laptop yang memakai Vista atau yang XP? Begitu pula hardwarenya, agar nantinya laptop anada bisa menjalankan progam-progam baru yang terkadang membutuhkan hardware yang high end.

Penulis : Abraham Arief  GA